Monday, August 23, 2010

Di suatu waktu

Dek,aku sayang kamu...sungguh..
aku ingin terus bercerita tentang hari-hari ku...
aku ingin terus mendongeng sebelum kamu tidur..
aku ingin selalu menjadi tempat kamu bisa menangis dan tertawa lepas..
aku rindu saat-saat itu...

ah..aku terlalu lama melamun sampai tidak sadar, kamu sudah ada dihadapanku dari tadi..
Kamu yang begitu bersemangat becerita tentang pekerjaan dan dunia mu yang sekarang..

bukan aku tak memperhatikan ceritamu dek...aku hanya berusaha menyimpan lekat-lekat semua memoriku tentangmu..detail setiap ceritamu.. aku rindu masa-masa itu..

Kugenggam tangan mungil itu, aku tertawa melihat mu tertawa..hatiku luluh melihatmu tersenyum.. Dan tiba-tiba air mata ku pun keluar..

Jangan panik dek,bukan salah mu..bukan salahku...
Waktu yang tidak berpihak pada kita berdua, dan aku menyesali keputusan ku dulu..
Saat dirimu sedang belajar untuk menerima ku, ternyata aku malah mulai berpaling dan membuat mu menangis...

Sekarang.. saat aku ingin meminangmu..ternyata sudah ada yang mengisi hatimu..
Tidak ada yang pernah bisa mengisi hari - hari ku seperti dirimu dek..
Tidak ada yang pernah bisa menggantikan posisimu dihatiku..
keegoisan ku saat itu, padahal hanya tinggal sedikit lagi sampai akhirnya kamu mau menerimaku.
Aku menangis karena aku cinta kamu.. namun aku tau dan aku harus siap melihatmu bersanding dipelaminan dengan nya...
ya aku tau saat itu akan segera tiba..
Dan karena itulah kau menemui ku sekarang kan dek?
Aku gak papa dek,hatiku hancur..namun aku senang setidaknya 2 tahun perjuanganku saat itu membuahkan hasil, aku pernah singgah juga kan dihatimu? itu cukup bagiku..
Dek, aku juga berharap dikehidupan yang lain,Tuhan akan beri kita situasi yang berbeda..
ya seperti kata-kata mu itu...
Dan saat itu terjadi, aku berjanji ga akan pernah melepasmu..

Ahh...kenapa air mata ini terus mengalir..
ada rasa sesak di dada, meski aku berusaha ikhlas...
Kugenggam erat tangan itu, ya akan kunikmati detik detik bersamamu..
Senyum mu, tawa mu.. waktu tolong berhenti sejenak.. aku tak mau kereta itu datang dan menjemputku, aku masih ingin bersama bidadari hatiku ini..



1 Agustus 2010
ruang tunggu sebuah stasiun kota

akhirnya update blog ini demi ikutan lomba >.<

Saturday, March 13, 2010

Melepasmu

Hari itu aku terdiam..
tiba-tiba kenangan masa lalu satu persatu muncul..
masih teringat jelas,masa-masa kita duduk di bangku SMA, hanya beda kelas..saling meledek, bercanda dan bermain-main.
Masih teringat jelas, saat akhirnya kamu menyatakan perasaan mu kepada ku, meski akhirnya kutolak namun kita tetap berteman .
Yah, bukan berteman tepatnya..disaat aku telah memiliki seorang kekasih, kamu tetap berusaha mendekat sebagai 'teman'.
Bagaimana kabar kakak mu?dan keponakan kecil di Jepang sana? Sudah kembalikah ke Indonesia? Dulu si kakak selalu mentertawakan kecanggungan mu tiap kali menelpon ku, si kakak juga tau betul semua yang kamu lakukan, yang dibicarakan selalu tentang ku.
Bagaimana kabar om dan tante? Sampaikan salam ku untuknya yah
Kakek dan om mu juga .. Aku masih teringat bagaimana kamu bercerita saat si om menemukan harta karun di dalam lemari pakaianmu, foto-foto ku dan foto kita berdua, surat-surat. Ditembok kamar mu pun masih terpajang foto-foto kita dulu..
Dulu kamu berjanji akan melamar ku begitu aku lulus, padahal sudah jelas-jelas orang tua ku melarang untuk kita berhubungan.. Sampai suatu saat, kedua orang tua ku menerima mu, mereka memperbolehkan kita pergi kencan, makan malam, nonton, keluar kota bersama dengan teman-teman mu. Dulu saat akan test, pernah kamu dan salah satu sahabat terbaikmu, menginap di rumah nenek.
Semua..tentang kamu..semua berfikir kamu lah jodohku..
sampai suatu hari, saat kamu datang kekota ku, hanya untuk kabur dari rutinitas bersama teman-teman mu, akhirnya aku tau.. sebuah fakta yang terlalu menyakitkan..
Bagaimana bisa, si om sampai selalu tau kemana pun kamu pergi, selalu ada aku,selalu berusaha untuk dekat dengan ku.. tapi ternyata di sana ada seorang wanita yang jadi kekasih mu.
Mukaku terasa panas, rasanya seperti ditampar berkali-kali.. Aku selalu menjaga perasaanmu, dan aku juga menunggu keseriusan dengan janji mu itu, tapi saat itu semua seperti sirna. Susah payah aku menahan tangis, susah payah aku menahan emosi, jika memang di masa lalu aku bersalah bukan dengan cara seperti ini. Saat itu kan juga sudah kujelaskan alasan kuat mengapa aku minta putus, putus untuk lebih konsentrasi ke sekolah, apakah salah? bukan berarti aku menolak mu kan?
Ah sudahlah,toh aku telah memaafkanmu juga. Di kencan terakhir kita, kamu hanya bisa berkata ' aku bukan ingin mempermainkanmu,hanya saja ada sesuatu yang beda saat bersamamu, kamu bagian dari kenangan yang terlalu manis,kamu adalah melatiku, aku tau kita tidak mungkin bisa bersama, hanya saja aku ingin menikmati perasaan bersamamu, saat aku menggenggam tanganmu. Kamu tetap bagian terindah dari masa lalu ku, entah apa yang membuat ku selalu merasa 'klik' sama kamu.'
Aku terdiam, berusaha menahan tangis, 'maaf, ada wanita disana yang begitu mencintaimu mas,dan aku paham betul bagaiman rasanya,dulu aku tidak pernah rela melihatmu bersama wanita lain, sekarang saat nya aku belajar untuk berani menghadapi kenyataan, kamu sudah ada dia.'

Ya dia, wanita yang kamu peluk itu dia...Pandanganku menerawang jauh, sambil memegang undangan pernikahanmu..


**Based on true story,dengan perubahan seperlunya**

Monday, October 26, 2009

Sekali lelaki berbohong, akankah diulang untuk kedua kalinya?

atau ke sekian kalinya?

Seseorang dari masa lalu datang, masih teringat jelas kenapa dulu saya akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungan saya dengannya..

kebohongan besar dan terlalu telak untuk nya ,meski dia terus mengelak..saya hanya bisa berkata...saat kamu tau apa yang sebenarnya kamu cari, kamu boleh mencari ku..Kamu tau dimana saya tinggal, dimana orang tua saya berada..

Sebulan, dua bulan, akhirnya dia mengundang saya di pameran usahanya...

beberapa bulan kemudian, undangan sarapan pagi datang darinya dan saya menyanggupi untuk ikut dengannya..

Dalam sebuah perbincangan ringan darinya, terlontar sebuah pernyataan-pernyataan yang mungkin bisa membuat saya melayang ,kalau saya tidak ingat kebohongan dia dulu..

Menanggapi pernyataan nya itu pun, sya hanya bisa tersenyum, dan membalas nya dengan lelucon lain..seolah itu hanya joke untuk mengisi suasana..

Orang bisa berkata, beri dia kesempatan untuk berubah..namun sepertinya sudah default dalam diri dia untuk berbohong..

meski dia menyesal telah menyakiti saya dahulu, namun semua sudah berubah...

saya bukan keledai yang akan mau jatuh ditempat yang sama..

Cinta kadang membutakan segala sesuatu,sampai menganggap apa-apa yang diucapkan orang yang kamu cintai ada benar..

Tapi begitu terungkap fakta, sulit untuk menerima nya..dan kepingan cerita bersama nya terasa hanya sebuah cerita negeri dongeng...ya cinderella..

saya hanya perempuan biasa, dan dia adalah pangeran dari negeri sana ...

artikel ini juga di post disini

Thursday, August 6, 2009



Sebuah cerita tentang seseorang ,sebut saja Awan..

Sebuah pesan singkat : ‘Jangan lupa makan ya..'
Aku termenung...
Beberapa hari yang lalu, aku masih bisa berharap untuk selalu menerima pesan singkat darinya...
Entah mengapa,saat ini semua terasa salah...
Aku mencintaimu dik....sungguh melihatmu tersenyum merupakan obat disaat aku sedang gerah dengan pekerjaan ku..
Namun begitu melihat kenyataan...
Arghh!!!! Aku hanya berharap bisa mengulang semuanya...
Seharusnya aku lebih memahamimu...seharusnya aku lebih mengerti...
Dua tahun aku menunggu,mendampingimu...berharap rasa sayang yang pernah terucap itu akan menjadi cinta...

Saat itu...harusnya aku paham maksudmu...
Kau hanya ingin aku bahagia... Bukannya dengan menjadikan pelarian setelah tunangan mu meninggalkan mu begitu saja...

Aku yang berusaha selalu ada...berusaha bisa menjadi pundak tempat mu bersandar disaat kau menangis...
Kalau saja aku mau bersabar ...membiarkan mu sendiri...untuk setidaknya menenangkan diri..
Aku tau itu sulit...aku tau rasanya ditinggalkan ...aku paham benar rasanya disakiti...
Aku dan keegoisanku....
Harusnya ini tidak pernah terjadi...penyesalan yang terdalam...
Disaat terakhir aku tau kau telah siap menerima diri dan cintaku, aku malah membuat mu menangis..
Saat ini aku meihat senyum itu lagi ...senyum indah itu saat kau bersanding dengan nya...
Ada yang menyesak di dada...Niat jahat untuk merebutmu darinya padam ..
Aku menangis...Pesan singkat itu hanya bisa kupandangi tanpa sanggup kubalas...
Malam ini,sebuah pesan singkat terkirim lagi,
‘Aku mengalah dik...bahagialah dengannya...Niat ‘jahat' itu telah hilang, aku mundur...Ya, Awan boleh belajar banyak dari semuanya..Thanks ..Dik..Selamat ya.'

Aku matikan handphone ku...Berharap dapat segera terlelap malam ini..

Friday, July 31, 2009

SEBODOH ITUKAH AKU?

DISCLAIMER:

*karena semakin banyak yang salah tangkap tentang cerita ini,maka saya edit postingan saya..Si pelaku dalam cerita saya adalah seorang lelaki,dan dia telah dikecewakan oleh wanita (dan wanita itu jelas bukan saya) ...jadi yang cinta buta itu si lelaki....Plis read it..dont fast read +_+


Dulu..kau bisa bilang ingin menjadi pendampingku...selamanya...
Banyak hal yang telah kita rencanakan...
membuat usaha milik berdua,mencicil mobil,memilih rumah...

Namun,pertengkaran demi pertengkaran...membuat diriku bingung...
Apakah aku telah berbuat sangat salah??

Apapun yang kamu mau aku turuti..
Aku rela berhemat, demi bisa membayarkan tagihan telepon mu...
Aku rela menunggui mu pulang,meski itu telah larut malam,hanya karena aku khawatir seorang wanita pulang terlalu malam...

ah...aku hanya ingin kamu selamat sampai di rumah sayang...

Saat kau bilang keluarga mu sedang dalam kondisi sulit, usaha keluarga sedang memburuk,dan akhirnya kau mengirimkan seluruh uang bulanan kesana..Aku rela berbagi gaji ku yang tidak seberapa ini dengan mu...Bahkan justru kaulah prioritas utama ku..

Aku rela membobol deposito ku demi usaha yang ingin kau rintis, apa pun..aku support...asal itu demi kebaikan mu dan kita.

Apa aku terdengar pelit??perhitungan???
justru seorang teman malah berkata 'AKU BODOH'
dibutakan oleh cinta dan tidak pernah menyadari bahwa aku ditipu dengan atas nama cinta!!

Pertengkaran kecil itu menjadi besar, kebohongan mu juga terungkap, dan aku masih bersabar, karna aku mencintaimu..
Sampai akhirnya kata pisah keluar dari mulut mu.
Dunia seperti hancur berkeping-keping dihadapanku..

Aku menangis..tapi apa itu membuatmu kembali?
Esoknya,kau masih menelpon ku....aku masih berharap hubungan kita membaik...
lalu kau berkata,butuh suntikan dana untuk tagihan teleponmu,baiklah..aku penuhi..
2hari kemudian, dirimu menghilang lagi..
:(
Ada apa ini....kamu datang hanya karena 'itu'?

Berulang kali terjadi dan aku seperti tidak sadar...

Sudah sebulan sejak kau mengatakan kata 'putus' itu...
Yang kuharapkan, hanya niatan tulus darimu untuk mengembalikan dana milikku yang masih kau bawa...
Aku bukan orang yang terlalu mampu dan menganggap jumlah itu tidak material, justru itu sangat material bagiku ....

Semoga kau membaca ,aku tunggu kabar darimu..

btw...saya juga post cerita ini disini

;;