Saturday, March 13, 2010

Hari itu aku terdiam..
tiba-tiba kenangan masa lalu satu persatu muncul..
masih teringat jelas,masa-masa kita duduk di bangku SMA, hanya beda kelas..saling meledek, bercanda dan bermain-main.
Masih teringat jelas, saat akhirnya kamu menyatakan perasaan mu kepada ku, meski akhirnya kutolak namun kita tetap berteman .
Yah, bukan berteman tepatnya..disaat aku telah memiliki seorang kekasih, kamu tetap berusaha mendekat sebagai 'teman'.
Bagaimana kabar kakak mu?dan keponakan kecil di Jepang sana? Sudah kembalikah ke Indonesia? Dulu si kakak selalu mentertawakan kecanggungan mu tiap kali menelpon ku, si kakak juga tau betul semua yang kamu lakukan, yang dibicarakan selalu tentang ku.
Bagaimana kabar om dan tante? Sampaikan salam ku untuknya yah
Kakek dan om mu juga .. Aku masih teringat bagaimana kamu bercerita saat si om menemukan harta karun di dalam lemari pakaianmu, foto-foto ku dan foto kita berdua, surat-surat. Ditembok kamar mu pun masih terpajang foto-foto kita dulu..
Dulu kamu berjanji akan melamar ku begitu aku lulus, padahal sudah jelas-jelas orang tua ku melarang untuk kita berhubungan.. Sampai suatu saat, kedua orang tua ku menerima mu, mereka memperbolehkan kita pergi kencan, makan malam, nonton, keluar kota bersama dengan teman-teman mu. Dulu saat akan test, pernah kamu dan salah satu sahabat terbaikmu, menginap di rumah nenek.
Semua..tentang kamu..semua berfikir kamu lah jodohku..
sampai suatu hari, saat kamu datang kekota ku, hanya untuk kabur dari rutinitas bersama teman-teman mu, akhirnya aku tau.. sebuah fakta yang terlalu menyakitkan..
Bagaimana bisa, si om sampai selalu tau kemana pun kamu pergi, selalu ada aku,selalu berusaha untuk dekat dengan ku.. tapi ternyata di sana ada seorang wanita yang jadi kekasih mu.
Mukaku terasa panas, rasanya seperti ditampar berkali-kali.. Aku selalu menjaga perasaanmu, dan aku juga menunggu keseriusan dengan janji mu itu, tapi saat itu semua seperti sirna. Susah payah aku menahan tangis, susah payah aku menahan emosi, jika memang di masa lalu aku bersalah bukan dengan cara seperti ini. Saat itu kan juga sudah kujelaskan alasan kuat mengapa aku minta putus, putus untuk lebih konsentrasi ke sekolah, apakah salah? bukan berarti aku menolak mu kan?
Ah sudahlah,toh aku telah memaafkanmu juga. Di kencan terakhir kita, kamu hanya bisa berkata ' aku bukan ingin mempermainkanmu,hanya saja ada sesuatu yang beda saat bersamamu, kamu bagian dari kenangan yang terlalu manis,kamu adalah melatiku, aku tau kita tidak mungkin bisa bersama, hanya saja aku ingin menikmati perasaan bersamamu, saat aku menggenggam tanganmu. Kamu tetap bagian terindah dari masa lalu ku, entah apa yang membuat ku selalu merasa 'klik' sama kamu.'
Aku terdiam, berusaha menahan tangis, 'maaf, ada wanita disana yang begitu mencintaimu mas,dan aku paham betul bagaiman rasanya,dulu aku tidak pernah rela melihatmu bersama wanita lain, sekarang saat nya aku belajar untuk berani menghadapi kenyataan, kamu sudah ada dia.'

Ya dia, wanita yang kamu peluk itu dia...Pandanganku menerawang jauh, sambil memegang undangan pernikahanmu..


**Based on true story,dengan perubahan seperlunya**

0 Comments:

Post a Comment